Connect with us

Peristiwa

 Quick Count Di Mata Akademisi

Published

on

Please share and like us:
  • Senada dengan Muradi, Akademisi Unika Atmajaya, Daniel Yusmic menyatakan ada pihak yang mengelola narasi-narasi ketakutan yang berupaya mendelegitimasi pelaksanaan pemilu. “Narasi ketakutan sengaja di pelihara, dengan cara menuduh lembaga survey telah dibayar pihak tertentu. Ini telah mendown grade sebuah penelitian ilmiah melalui opini-opini yang dibangun. Saya meyakini, tuduhan tersebut tidak mendasar karena keslahan mungkin saja ada, tapi penilitian tidak pernah berbohong, ujar Daniel.foto:Denny Pohan/BY/raturu.com

  • Kiri ke kanan : Alex Leonardo S.SOS (sekjen keluarga besar alumni fiabikom Universitas Atmajaya,Ketua Pemuda Khatolik Komda Banten), Dr.Muradi(Pengamat Politik UNPAD, Aktifis 98 Bnadung), Dr Daniel Yusmic P Foekh. SH(Kepala Bagian HTN Fakultas Hukum UNIKA ATMA Jaya Jakarta), Djayadi Hanan, PH.D (Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC),Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina dan Longginus Hadi Pranoto, SH (Alumni Orange Fakultas Hukum UNIKA Atmajaya, Advokat) foto:Denny Pohan/BY/raturu.com

  • Akademisi Universitas Padjajaran Muradi Clark mengatakan tuduhan-tuduhan terhadap lembaga survey tersebut memang sengaja dihembuskan salah satu pihak yang menginginkan menang dengan menghalalkan segala cara. “Ada 3 nasari yang dibangun, yaitu pokoknya harus menang, ada kecurangan dan perang, narasi itu sengaja dihembus untuk membuat ketakutan-ketakutan di masyarakat, sehingga masyarakat kehilangan kepercayaan kepada seluruh elemen penyelenggara pemilu termasuk kepada lembaga survey yang melakukan quick count” Ujarnya.

Advertisement

Recent Posts

Facebook

Enjoy this blog? Please spread the word :)